Dosa Pemasaran
Kata Kotler, teori pemasaran cukuplah banyak. Bahkan lebih dari cukup. Namun masalahnya, ada pada prakteknya. Ingat, eksistensi praktek amat terkait dengan orang, baca pelaku atau pemasar.
Soal kesalah, Kotler menyebut sepuluh dosa yang dapat mematikan aktivitas pemasaran. Kesepuluh dosa yang dimaksud. Pertama, perusahaan berfokus pada pasar dan tidak digerakkan oleh konsumen pada pada tingkat yang memadai.
Kedua, perusahaan tidak sepenuhnya memahami konsumen targetnya.
Ketiga, perusahaan tidak mendefinisikan dan tidak memonitor pesaing-pesaingnya dengan baik.
Keempat, perusahaan tidak mengelola hubungannya dengan seluruh stakeholder dengan baik dan benar.
Kelima, perusahaan kurang lihai dalam menemukan peluang-peluang baru.
Keenam, proses perencanaan pemasaran perusahaan yang buruk
Ketujuh, tidak ketatnya perusahaan dalam menetapkan dan menjalankan kebijakan-kebijakan produk (barang dan jasa)
Kedelapan, lemahnya perusahaan dalam keahlian brand-building dan komunikasi.
Kesembilan, perusahaan tidak terorganisir dengan baik untuk menjalankan pemasaran secara efisien dan efektif.
Kesepuluh, perusahaan tidak memaksimalkan pemanfaatan teknologi.
Di balik sepuluh dosa yang dapat mematikan perusahaan, Kotler memberi jurus pamungkas untuk diamalkan sebagai langkah penghancuran dosa.
Jurus pertama, perusahaan wajib melakukan segmentasi pasar, untuk memilih segmen terbaik, dan membangun posisi yang kokoh dalam masing-masing segmen yang telah dipilih.
Jurus kedua, perusahaan wajib melakukan pemetaan kebutuhan-kebutuhan,persepsi, preferensi, dan prilaku konsumen serta memotivasi stakeholder-stakeholdernya untuk melayani konsumen sepenuh hati.
Jurus ketiga, perusahaan wajib mengenali pesaing-pesaing utamanya serta kekuatan-kekuatan dan kelemahan mereka.
Jurus keempat, perusahaan wajib membangun persekutuan dengan stakeholder-stakeholdernya dan menyediakan balas jasa yang tinggi pada mereka.
Jurus kelima,perusahaan wajib membuat system yang mampu mengidentifikasi peluang, memeringkatnya, dan memilih peluang-peluang terbaik.
Jurus keenam, perusahaan wajib mengalokasikan perencanaan jangka panjang dan jangka pendek yang efektif dalap dibuat atau dilakukan.
Jurus ketujuh,perusahaan wajib mengendalikan bauran produk (barang dan jasa) secara ketat.
Jurus kedelapan,perusahaan wajib membangun merek-merek yang kuat dengan menggunakan instrument-instrumen komunikasi dan promosi yang paling efektif, khususnya dalam penggunaan biaya.
Jurus kesembilan, perusahaan wajib membangun kepemimpinan pemasaran dan membangun hubungan yang erat antar departeman.
Jurus kesepuluh, perusahaan wajib secara terus menerus berinvestasi dalam teknologi baru yang bias menyediakan keunggulan kompetititf kepada perusahaan di pasar.

Tinggalkan Balasan